Banjir Dahsyat Landa AS dan Kanada, 100.000 Warga Mengungsi

Banjir dahsyat melanda wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Utara pada Desember 2025. Atmospheric river atau sungai atmosfer membawa curah hujan ekstrem yang memicu bencana bersejarah di negara bagian Washington, Oregon, dan provinsi British Columbia, Kanada.

Gubernur Washington Bob Ferguson mengumumkan keadaan darurat negara bagian pada Rabu 10 Desember 2025. Ia memerintahkan sekitar 100.000 warga untuk segera mengungsi dari zona dataran banjir yang terancam bencana katastrofik.

Sungai Skagit Menuju Rekor Tertinggi

Sungai Skagit menjadi pusat perhatian karena ketinggian air di prediksi memecahkan rekor sepanjang sejarah. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat memperkirakan sungai ini akan mencapai ketinggian 47 kaki di kota pegunungan Concrete pada Kamis dini hari.

Selain itu, sungai di proyeksikan mencapai 42 kaki di Mount Vernon pada Jumat 12 Desember 2025. Angka tersebut akan melampaui rekor sebelumnya sebesar 37,4 kaki yang tercatat dalam sejarah kota tersebut.

Pejabat Skagit County menyebut prediksi ini sebagai “angka yang nyaris tak terbayangkan.” Mereka mengeluarkan perintah evakuasi Level 3 “GO NOW” bagi seluruh penduduk yang tinggal di dataran banjir 100 tahun FEMA.

78.000 Warga Skagit County Diminta Pergi

Sekitar 78.000 penduduk di Skagit County menerima perintah evakuasi segera. Wilayah pertanian utama di utara Seattle ini menghadapi ancaman serius dari luapan Sungai Skagit yang terus meningkat.

Kepala Pemadam Kebakaran Mount Vernon Bryan Harris menjelaskan situasi kritis yang di hadapi. Ia menyatakan bahwa sebagian besar populasi Skagit County yang tinggal di dataran banjir harus segera meninggalkan rumah mereka.

Tim penyelamat mengetuk pintu rumah-rumah di kawasan dataran rendah untuk menyampaikan pemberitahuan evakuasi. Sementara itu, warga berbondong-bondong mengisi karung pasir untuk melindungi properti mereka dari air bah.

Sungai Snohomish Pecahkan Rekor

Sungai Snohomish mencapai ketinggian bersejarah 34 kaki pada Kamis 11 Desember 2025. Angka ini menghancurkan rekor sebelumnya sebesar 33,5 kaki yang bertahan selama bertahun-tahun.

Ketinggian air yang ekstrem memberikan tekanan luar biasa pada tanggul-tanggul di sepanjang sungai. Badan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa tanggul kemungkinan besar akan meluap dan kerusakan parah bisa terjadi.

Warga di sepanjang Sungai Snohomish menyaksikan air naik dengan cepat. Colton Petit, pemilik usaha konstruksi di tepi sungai, menggambarkan bagaimana air naik 2 kaki hanya dalam waktu 30 menit.

Penyelamatan Dramatis dengan Helikopter

Tim penyelamat melakukan operasi dramatis di berbagai lokasi yang terendam banjir. Di kota Sumas dekat perbatasan Kanada, helikopter menyelamatkan dua keluarga dari atap rumah mereka yang terendam air setinggi 15 kaki.

Kantor pemadam kebakaran Sumas sendiri terendam air setinggi 3 kaki. Walikota Bruce Bosch menyatakan bahwa sebagian besar kotanya telah “hancur” oleh air bah hanya empat tahun setelah banjir serupa.

Di Pierce County, tim sheriff menyelamatkan setidaknya 25 orang dari rumah mereka sejak Rabu. Mereka termasuk seorang pria berusia 64 tahun yang menggunakan kursi roda dan keluarganya yang meminta bantuan melalui telepon darurat.

Pengemudi Diselamatkan dari Pohon dan Atap Mobil

Eastside Fire and Rescue merilis rekaman video momen penyelamatan dua pengemudi pada Rabu malam. Setelah terjebak dalam air banjir, mereka terpaksa mencari tempat yang lebih tinggi untuk bertahan hidup.

Satu pengemudi naik ke atap mobilnya sementara yang lain mencari keselamatan di atas pohon. Tim penyelamat menggunakan helikopter untuk mengevakuasi mereka dari situasi berbahaya tersebut.

Tiga orang dewasa dan seekor anjing juga di selamatkan setelah rumah mereka terendam banjir. Dalam insiden terpisah, dua orang dewasa dan seorang anak berhasil di evakuasi dari lokasi berbahaya.

Lebih dari 30 Jalan Raya Ditutup

Banjir menyebabkan penutupan lebih dari 30 jalan raya di seluruh negara bagian Washington. Beberapa ruas jalan tidak memiliki jalur alternatif dan tidak ada perkiraan kapan akan di buka kembali.

Tanah longsor memblokir sebagian Interstate 90 di timur Seattle. Foto-foto menunjukkan kendaraan terjebak oleh batang pohon, ranting, lumpur, dan genangan air termasuk mobil yang menabrak pembatas jalan.

Otoritas transportasi juga menutup bagian pegunungan US Highway 2 akibat batu, pohon, dan lumpur yang menutupi jalan. Lima dari enam jalan raya yang menghubungkan Vancouver dengan wilayah lain juga di tutup.

Atmospheric River Pemicu Bencana

Fenomena atmospheric river atau sungai atmosfer menjadi penyebab utama banjir dahsyat ini. Ahli meteorologi Harrison Rademacher menggambarkannya sebagai “jalur jet stream kelembapan” yang membentang melintasi Samudra Pasifik.

Sistem cuaca ini mengarahkan aliran kelembapan langsung ke pantai Oregon dan Washington. Beberapa wilayah menerima lebih dari 10 inci hujan hanya dalam beberapa hari saja.

Bandara Hope mencatat curah hujan 140 milimeter sementara bandara Chilliwack mencatat 110 milimeter. Paradise di Gunung Rainier bahkan mencatat 8,26 sentimeter hujan hanya dalam 10 jam pada pagi hari 10 Desember.

Gubernur Ferguson Minta Warga Patuhi Evakuasi

Gubernur Bob Ferguson berulang kali memohon warga untuk mematuhi perintah evakuasi. Ia menekankan bahwa situasi banjir sangat tidak terduga dan berpotensi bersejarah dalam tingkat keparahannya.

“Jika Anda menerima instruksi untuk mengungsi dari otoritas lokal, tolong, tolong, tolong mengungsi,” kata Ferguson dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa 48 jam ke depan akan menjadi periode paling kritis.

Ferguson juga bertemu dengan FEMA untuk mengupayakan bantuan federal. Pusat Operasi Darurat Negara Bagian telah di aktifkan ke level tertinggi untuk mengoordinasikan respons terhadap bencana.

300 Tentara Garda Nasional Dikerahkan

Washington mengerahkan lebih dari 300 anggota Garda Nasional untuk membantu respons darurat. Seratus personel pertama di kerahkan ke seluruh negara bagian pada hari pertama darurat di deklarasikan.

Gubernur California Gavin Newsom mengirimkan 150 petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat untuk membantu Washington pada Kamis malam. Solidaritas antar negara bagian sangat di perlukan menghadapi skala bencana.

Tim penyelamat air deras dari berbagai wilayah di mobilisasi untuk membantu evakuasi. Snohomish Regional Fire and Rescue telah merespons ratusan permintaan penyelamatan air menggunakan kayak tiup sejak 9 Desember.

Dua Rumah Runtuh ke Sungai Nooksack

Di kota Welcome dekat perbatasan Kanada, erosi akibat air banjir menyebabkan setidaknya dua rumah runtuh ke Sungai Nooksack. Kepala Batalion Whatcom County Fire District 14 Frank Cain Jr mengkonfirmasi kejadian tragis tersebut.

Sungai Nooksack yang membanjir juga meluap ke wilayah Kanada di seberang perbatasan. Aliran air dari Amerika Serikat terus mendorong banjir ke arah utara memasuki kota Abbotsford di British Columbia.

Tiga jembatan di pegunungan barat laut Montana juga hanyut akibat hujan lebat dan banjir. Sebuah tempat penampungan darurat di buka di sebuah gereja di kota kecil Libby untuk menampung warga yang kehilangan akses jalan.

Kanada Juga Terdampak Parah

Banjir tidak hanya melanda Amerika Serikat tetapi juga merembet ke Kanada. Kota Abbotsford di British Columbia mengalami genangan luas akibat luapan Sungai Nooksack dari sisi Amerika.

Pemerintah kota mengeluarkan perintah evakuasi untuk 371 properti di kawasan Sumas Prairie West pada 10 Desember. Selain itu, peringatan evakuasi juga di berlakukan untuk 1.069 properti tambahan di Sumas Prairie East dan West.

Sebanyak 15 keluarga menghabiskan malam di pusat penampungan di Abbotsford Recreation Centre. Sebanyak 165 operasi pertanian dengan ternak berada di zona evakuasi dan peternak bekerja semalaman untuk memindahkan hewan mereka.

Lima Jalan Raya dari Vancouver Ditutup

Lima dari enam jalan raya yang menghubungkan Vancouver dengan wilayah lain di tutup akibat banjir, longsor, dan risiko avalanche. Kementerian Transportasi British Columbia menyebut situasi sebagai “berkembang dan sangat dinamis.”

Hanya jalur utama antara Vancouver dan Seattle yang masih terbuka untuk lalu lintas. Perbatasan Sumas antara Kanada dan AS di tutup untuk semua lalu lintas karena banjir dan evakuasi darurat di sisi Amerika.

Amtrak Cascades mengumumkan gangguan layanan akibat potensi banjir. Semua kereta antara Seattle dan Vancouver di batalkan pada 11 dan 12 Desember karena ketinggian Sungai Skagit yang berbahaya.

Tanggul dan Dinding Banjir Diuji

Kota Mount Vernon mengandalkan dinding banjir yang di selesaikan pada 2018 untuk melindungi kawasan pusat kota. Dinding tersebut berhasil melewati ujian besar pada 2021 ketika sungai mencapai level mendekati rekor.

Namun kali ini, warga khawatir dinding banjir bisa terlampaui oleh air yang lebih tinggi. Ellen Gamson dari Mount Vernon Downtown Association menyatakan bahwa jika tanggul jebol, dampaknya “berpotensi katastrofik.”

Walikota Peter Donovan mengungkapkan bahwa air sudah mencapai kaki dinding banjir pada Kamis pagi. Banyak pemilik usaha menyewa meja untuk menempatkan inventaris mereka lebih tinggi dari lantai sebagai antisipasi.

12.000 Pelanggan Kehilangan Listrik

Lebih dari 12.000 pelanggan di Washington kehilangan aliran listrik pada Kamis malam. Sekitar setengah dari pemadaman terjadi di Chelan County menurut data dari PowerOutage.us.

Hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik di berbagai wilayah. Perusahaan utilitas bekerja keras untuk memulihkan layanan meski akses ke beberapa lokasi terhambat banjir.

Warga yang mengungsi ke tempat penampungan menghadapi tantangan tambahan dengan pemadaman listrik. Palang Merah dan organisasi bantuan lainnya menyediakan generator dan kebutuhan dasar di pusat evakuasi.

Peringatan untuk Tidak Berkendara di Air

Otoritas keselamatan berulang kali memperingatkan warga untuk tidak berkendara melewati air banjir. Slogan “Turn around, don’t drown” atau “Putar balik, jangan tenggelam” terus digemakan oleh pejabat darurat.

Kepala Polisi Napavine John Brockmueller menjelaskan bahaya yang mengintai. “Anda tidak tahu seberapa dalam, Anda tidak tahu seberapa deras, dan inilah yang terjadi, Anda terjebak dan situasinya tak bisa dikendalikan,” katanya.

Central Pierce Fire and Rescue menambahkan bahwa hanya 6 inci air yang bergerak cepat sudah cukup untuk menjatuhkan orang dewasa. Mereka meminta warga menghormati rambu penutupan jalan karena mungkin ada bahaya tersembunyi.

Dampak pada Sektor Pertanian

Banjir mengubah lahan pertanian menjadi kolam raksasa di sepanjang dataran sungai. Skagit County merupakan kawasan pertanian utama yang menyediakan hasil bumi untuk wilayah Seattle dan sekitarnya.

Petani kehilangan tanaman dan menghadapi kerusakan infrastruktur pertanian yang signifikan. Beberapa tidak punya waktu untuk memanen hasil panen mereka sebelum air banjir tiba dengan cepat.

Ternak juga terancam dan peternak bekerja sepanjang malam untuk memindahkan hewan ke tempat yang lebih tinggi. Organisasi Skagit Animals in Need membantu mengoordinasikan penyelamatan dan penempatan hewan ternak yang terevakuasi.

Sekolah dan Transportasi Publik Terganggu

Fraser-Cascade School District menutup semua sekolah pada Kamis akibat penutupan jalan raya. Semá:th Elementary School di Abbotsford juga ditutup karena berada di zona evakuasi.

Layanan transportasi publik mengalami gangguan besar di seluruh wilayah terdampak. Skagit Transit membantu evakuasi penghuni panti jompo Birchview Memory Care di Sedro-Woolley pada Rabu malam.

Warga yang kehilangan akses transportasi terpaksa mengandalkan bantuan tetangga dan relawan. Beberapa komunitas terisolasi selama beberapa hari karena semua jalan akses terendam atau rusak.

Badan Lummi Umumkan Darurat

Lummi Nation yang mencakup beberapa suku asli Amerika di Washington barat mengumumkan keadaan darurat. Wakil Ketua Terrence Adams memperingatkan bahwa reservasi mereka mungkin terisolasi sementara.

Pengaruh pasang surut, hujan, atau banjir tambahan dapat memutus akses ke dan dari reservasi. Suku tersebut meminta anggotanya untuk mengikuti arahan petugas keamanan setempat.

Komunitas asli Amerika di dataran banjir menghadapi risiko tinggi karena lokasi geografis tanah leluhur mereka. Banyak yang telah mengungsi ke tempat penampungan yang disediakan oleh suku atau pemerintah.

Cuaca Buruk Belum Berakhir

Meski hujan mulai mereda pada Kamis, dampak banjir diperkirakan berlanjut selama beberapa hari. Air dalam volume besar masih mengalir melalui sistem sungai yang membengkak ke hilir.

Badan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa efek banjir katastrofik kemungkinan berlanjut di Washington barat dan Oregon barat laut. Sungai membutuhkan waktu untuk turun ke level normal.

Meteorolog AccuWeather memperingatkan potensi longsor tambahan setelah lebih dari satu kaki air turun dalam tiga hari. Tanah yang jenuh sangat rentan terhadap pergerakan massa tanah.

Atmospheric River Berikutnya Mengancam

Para ahli memperingatkan bahwa atmospheric river lain diperkirakan membawa lebih banyak hujan ke wilayah tersebut. Belum jelas apakah sistem cuaca baru ini akan memperburuk situasi banjir yang sedang berlangsung.

Center for Western Weather and Water Extremes memproyeksikan aktivitas atmospheric river di atas normal di Pantai Barat AS selama pertengahan hingga akhir Desember. California Utara dan Tengah menghadapi kepercayaan tertinggi akan cuaca basah.

Warga yang sudah kembali ke rumah diminta tetap waspada terhadap peringatan cuaca. Pejabat darurat menekankan pentingnya memiliki rencana evakuasi siap pakai untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Perubahan Iklim Memperparah Banjir

Para ilmuwan menghubungkan peristiwa cuaca ekstrem seperti ini dengan perubahan iklim. Udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak kelembapan sehingga meningkatkan intensitas curah hujan.

Tanpa studi spesifik, para ahli tidak dapat langsung menghubungkan satu peristiwa cuaca dengan perubahan iklim. Namun secara umum, pemanasan global bertanggung jawab atas badai, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan yang lebih intens dan sering.

Banjir 2021 yang juga melanda Pacific Northwest menjadi pengingat akan kerentanan wilayah ini. Empat tahun kemudian, bencana serupa kembali melanda dengan dampak yang berpotensi lebih parah.

Bantuan Kemanusiaan Mengalir

Palang Merah Amerika membuka beberapa tempat penampungan di seluruh wilayah terdampak. Gereja-gereja dan organisasi komunitas juga membuka pintu untuk menampung warga yang mengungsi.

Skagit Speedway membuka fasilitasnya untuk pemilik camper dan RV yang mengungsi. Mereka menyediakan tempat parkir meski tanpa sambungan air, selokan, atau listrik.

Donasi dan bantuan mengalir dari berbagai penjuru negeri. Pejabat darurat mendorong warga yang ingin membantu untuk menyumbang melalui organisasi resmi daripada datang langsung ke zona bencana.

Baca Berita Terkait : hamburbiferia.com

Kobaran Maut Wang Fuk Court Tewaskan 94 Orang dan 2 PMI

Kobaran maut Wang Fuk Court mengguncang Hong Kong pada Rabu (26/11/2025) sore waktu setempat. Api dahsyat melahap tujuh dari delapan gedung apartemen di kompleks hunian tersebut, merenggut nyawa sedikitnya 94 orang hingga Jumat (28/11/2025). Dua korban meninggal merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Tragedi ini langsung menyedot perhatian dunia internasional karena menjadi kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak tahun 1948. Presiden China Xi Jinping bahkan menyampaikan belasungkawa resmi kepada seluruh korban dan keluarga yang berduka.

Api Pertama Muncul dari Gedung Renovasi

Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong menerima laporan pertama pada pukul 14.51 waktu setempat. Sumber api berasal dari Wang Cheong House, salah satu menara setinggi 32 lantai yang tengah menjalani renovasi sejak Juli 2024.

Wakil Direktur Operasional Pemadam Kebakaran Derek Armstrong Chan menjelaskan bahwa tim pertama yang tiba di lokasi sudah menemukan perancah bambu dan jaring pelindung dalam kondisi terbakar hebat. Asap tebal langsung membubung tinggi ke angkasa, terlihat dari berbagai penjuru distrik Tai Po.

Dalam waktu singkat, api menjalar ke gedung-gedung di sekitarnya dengan kecepatan yang oleh otoritas di sebut “tidak biasa”. Sekretaris Keamanan Hong Kong Chris Tang menegaskan bahwa pola penyebaran api ini menjadi fokus utama penyelidikan.

Eskalasi Cepat ke Level Tertinggi

Petugas langsung menaikkan status kebakaran ke Level 3 hanya dalam waktu 10 menit setelah laporan pertama. Mereka awalnya mengerahkan dua selang dan dua tim penembus asap untuk memadamkan kobaran.

Namun demikian, kondisi terus memburuk dengan sangat cepat. Sekitar 40 menit kemudian, status naik menjadi Level 4. Kemudian pada pukul 18.22 waktu setempat, otoritas menetapkan status Level 5—tingkat darurat tertinggi dalam sistem klasifikasi Hong Kong.

Pada Kamis pagi pukul 06.22, status kebakaran kembali di naikkan ke Level 5 setelah sempat turun. Media lokal melaporkan beberapa ledakan terdengar dari dalam gedung sepanjang malam.

Korban Melonjak Setiap Jam

Jumlah korban tewas terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pada tahap awal, otoritas mencatat 13 korban meninggal. Angka ini melonjak menjadi 44 orang pada Kamis pagi, kemudian 55 orang pada Kamis sore.

Hingga Jumat pagi, Departemen Pemadam Kebakaran mengonfirmasi 94 orang meninggal dunia. Selain itu, 76 orang mengalami luka-luka termasuk 11 petugas pemadam kebakaran. Ratusan lainnya masih di nyatakan hilang.

Di antara korban tewas, seorang petugas pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho berusia 37 tahun gugur saat bertugas. Rekan-rekannya menemukan jenazahnya dengan luka bakar pada wajah sekitar 30 menit setelah kehilangan kontak di dalam gedung.

Dua PMI Indonesia Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari komunitas Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengonfirmasi dua PMI meninggal dunia dalam tragedi ini.

PMI bernama Erawati meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Novita juga meninggal dunia dan jenazahnya telah di bawa ke Alice Ho Miu Ling Nethersole Hospital untuk proses identifikasi dan autopsi.

Selain itu, empat PMI lainnya berhasil selamat meskipun mengalami berbagai kondisi. Kholifah Saefudin asal Brebes, Jawa Tengah, menjalani perawatan di North District Hospital. Erna Mayang Sari dievakuasi ke rumah kerabat majikan di Shatin.

Dua PMI lainnya yakni Arik Sugiarti dan Puspita saat ini berada di shelter darurat yang di sediakan Pemerintah Hong Kong. Keduanya dalam kondisi selamat dan mendapat pendampingan dari KJRI Hong Kong.

KJRI Bergerak Cepat Lindungi WNI

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong langsung berkoordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF) sejak insiden terjadi. Tim KJRI turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan pendataan korban WNI.

Plt Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menegaskan bahwa seluruh korban WNI merupakan PMI sektor domestik. KJRI telah menghubungi keluarga korban di Indonesia untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan kejelasan informasi.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyatakan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan pelindungan maksimal kepada seluruh WNI yang terdampak.

Posko Darurat di Gedung KJRI

KJRI Hong Kong membuka posko kedaruratan dan menyediakan dukungan logistik di gedung kantor KJRI. Alamat lengkapnya berada di 127-129 Leighton Road, 6-8 Keswick Street, Causeway Bay.

Pada Jumat pagi, Kemlu RI mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua WNI yang terluka sudah keluar dari rumah sakit. WNI tersebut kini tinggal di kediaman kerabat pemberi kerja. Sementara itu, satu korban lainnya sudah dalam kondisi stabil.

Satgas Pelindungan WNI KJRI terus mengunjungi warga Indonesia di berbagai shelter dekat lokasi kejadian. Tim membawa bantuan makanan, minuman, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Perancah Bambu Jadi Jembatan Api

Para ahli menduga struktur perancah bambu menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Profesor Jiang Liming dari Hong Kong Polytechnic University menjelaskan bahwa rumpun perancah bambu yang saling terhubung antarblok bekerja layaknya “jembatan api”.

Hong Kong merupakan salah satu wilayah terakhir di dunia yang masih menggunakan bambu secara luas untuk konstruksi. Material ini di pilih karena murah, melimpah, ringan, dan fleksibel. Bahkan banyak pihak menganggap perancah bambu sebagai bagian ikonik dari lanskap perkotaan Hong Kong.

Rekaman video menunjukkan api menyebar dengan sangat cepat melalui struktur bambu tersebut. Jaring konstruksi berwarna hijau yang membungkus bangunan turut mempercepat pergerakan kobaran dari satu gedung ke gedung lainnya.

Styrofoam Ditemukan di Jendela

Penyelidikan awal mengungkap temuan mengejutkan. Polisi menemukan papan styrofoam atau polistirena di pasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai gedung. Material ini sangat mudah terbakar dan dapat meleleh pada suhu 210 derajat Celsius.

Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Andy Yeung menegaskan bahwa keberadaan papan styrofoam tersebut sangat tidak biasa. Akibatnya, pihaknya langsung melaporkan temuan ini kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Senior Superintendent Kepolisian Hong Kong Eileen Chung menambahkan bahwa jaring pelindung, kanvas tahan air, dan kain plastik yang membungkus bangunan kemungkinan juga tidak memenuhi standar tahan api yang di tetapkan pemerintah.

Tiga Eksekutif Konstruksi Ditangkap

Polisi Hong Kong bergerak cepat dengan menangkap tiga orang terkait kebakaran maut tersebut. Ketiga tersangka merupakan eksekutif dari Prestige Construction and Engineering Company Limited, perusahaan yang bertanggung jawab atas renovasi bangunan.

Senior Superintendent Eileen Chung menjelaskan bahwa ketiga tersangka terdiri dari dua direktur perusahaan dan seorang konsultan proyek. Mereka berusia antara 52 hingga 68 tahun dan di tangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).

Kepolisian memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut melakukan kelalaian berat. Material tidak aman yang di tinggalkan selama pekerjaan pemeliharaan menyebabkan api menyebar cepat di luar kendali.

Link Berita Lainnya : Meriah4D

Penggeledahan Kantor Kontraktor

Pada Kamis pagi, polisi menggeledah kantor perusahaan konstruksi di San Po Kong. Tim penyidik menyita berbagai dokumen terkait proyek renovasi di Wang Fuk Court beserta beberapa kompleks perumahan lain di Hong Kong.

Investigasi mengungkap bahwa renovasi telah berlangsung sejak Juli 2024. Proposal proyek mencapai nilai 330 juta dolar Hong Kong atau setara sekitar Rp706 miliar.

Badan antikorupsi Hong Kong juga meluncurkan penyelidikan terpisah. Mereka menyelidiki dugaan korupsi dalam proses renovasi kompleks perumahan bersubsidi tersebut.

Warga Tidak Dengar Alarm

Sejumlah penghuni Wang Fuk Court mengaku tidak mendengar alarm kebakaran saat kejadian. Seorang warga bermarga Suen menceritakan bahwa ia harus berkeliling dari pintu ke pintu untuk memberitahu tetangga tentang bahaya yang mengancam.

Warga berusia 65 tahun bermarga Yuen yang telah tinggal di kompleks tersebut selama lebih dari empat dekade mengungkapkan kekhawatirannya. Banyak tetangganya merupakan lansia yang mungkin tidak bisa bergerak cepat.

Jendela-jendela apartemen di tutup karena sedang dalam pemeliharaan. Akibatnya, beberapa penghuni tidak mengetahui ada kebakaran dan baru mengungsi setelah di hubungi tetangga melalui telepon.

Operasi Pemadaman Lebih dari 24 Jam

Petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti sepanjang malam untuk mengendalikan api. Namun demikian, upaya mereka terhambat suhu ekstrem dan asap pekat yang menyelimuti blok-blok residensial.

Derek Armstrong Chan mengakui bahwa panas di lokasi sangat tinggi. Beberapa lantai tidak dapat di jangkau petugas untuk menolong orang-orang yang meminta bantuan. Meskipun demikian, tim tetap berusaha keras melakukan operasi penyelamatan.

Pada Jumat dini hari, petugas sebagian besar sudah berhasil mengendalikan api yang berkobar selama lebih dari 24 jam. Proses pemadaman berlanjut dengan pendinginan di beberapa titik yang masih membara.

Ratusan Orang Masih Hilang

Pemimpin Hong Kong John Lee mengonfirmasi bahwa 279 orang tercatat hilang hingga Kamis malam. Angka ini belum di perbarui selama 24 jam terakhir karena proses pendataan masih berlangsung.

Seorang polisi di tempat penampungan sementara mengatakan bahwa jumlah pasti warga yang belum di temukan masih belum jelas. Penduduk terus berdatangan hingga larut malam untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.

Petugas terus menyisir setiap unit apartemen di tujuh gedung yang ludes terbakar. Beberapa korban selamat di temukan berlindung di unit-unit apartemen masing-masing.

Kisah Pilu Keluarga Korban

Di tengah duka mendalam, seorang perempuan berusia 52 tahun terlihat mencari putrinya di luar salah satu tempat penampungan. Ia menggenggam erat foto kelulusan sang anak sambil menangis.

Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa putrinya dan ayahnya masih belum keluar dari gedung. Ia mengkritik lambatnya respons pemadaman dengan mengatakan bahwa air tidak cukup untuk menyelamatkan gedung mereka.

Sekitar 900 warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara yang di sediakan pemerintah. Pada malam kedua setelah kebakaran, puluhan warga memilih tidur di pusat perbelanjaan terdekat untuk memberi ruang bagi yang lebih membutuhkan.

Relawan Berdatangan Membawa Bantuan

Solidaritas masyarakat Hong Kong terlihat jelas dalam situasi darurat ini. Relawan terus berdatangan membawa makanan ringan, selimut, kasur lipat, dan perlengkapan kebersihan.

Pemandangan mengharukan terlihat ketika warga dari berbagai usia—mulai dari lansia hingga anak sekolah—tidur beralaskan kasur lipat di area penampungan. Beberapa keluarga bernaung di tenda-tenda kecil yang di dirikan secara darurat.

Banyak warga mengaku keluar dari apartemen hanya dengan pakaian yang di kenakan saat kejadian. Mereka terpaksa meninggalkan seluruh harta benda dan bahkan hewan peliharaan yang tidak sempat di selamatkan.

Pemerintah Siapkan Dana Bantuan

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengumumkan pembentukan dana bantuan sebesar 300 juta dolar Hong Kong atau sekitar US$39 juta untuk warga terdampak. Dana ini akan di gunakan untuk membantu korban memulihkan kehidupan mereka.

John Lee menyebut kebakaran ini sebagai “bencana besar” dan menegaskan bahwa seluruh departemen pemerintah di kerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Pemerintah Hong Kong juga menetapkan hari berkabung nasional.

Seluruh institusi pemerintahan di liburkan dan berbagai perayaan dibatalkan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Bendera setengah tiang berkibar di gedung-gedung pemerintahan.

Xi Jinping Sampaikan Belasungkawa

Presiden China Xi Jinping turut menyampaikan belasungkawa resmi kepada para korban. CCTV melaporkan bahwa Xi menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan mereka yang terdampak bencana.

Xi juga memerintahkan pejabat pusat dan Kantor Penghubung China di Hong Kong untuk memberikan dukungan penuh bagi operasi penyelamatan. Bantuan maksimal harus diberikan kepada keluarga korban.

Paus Leo melalui telegram kepada Uskup Hong Kong Kardinal Stephen Chow Sau-yan juga menyampaikan “solidaritas spiritual” bagi para korban. Dukungan moral terus mengalir dari berbagai penjuru dunia.

Kompleks Padat Penduduk

Wang Fuk Court merupakan kompleks perumahan vertikal terbesar di distrik Tai Po. Kompleks ini terdiri dari delapan menara setinggi 31 lantai yang menampung sekitar 2.000 unit apartemen.

Berdasarkan sensus Hong Kong 2021, kawasan ini dihuni lebih dari 4.600 penduduk. Mayoritas penghuni merupakan keluarga kelas menengah yang memanfaatkan skema kepemilikan rumah bersubsidi pemerintah.

Bangunan yang telah berdiri sejak 1983 ini menjadi penyangga penting bagi warga di tengah krisis perumahan Hong Kong yang berkepanjangan. Tragedi ini memperparah kondisi hunian yang sudah sangat terbatas.

Peringatan untuk Seluruh WNI

KJRI Hong Kong mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh WNI di Hong Kong. Warga diminta tetap waspada terhadap segala upaya penipuan yang memanfaatkan tragedi kebakaran sebagai modus.

KJRI meminta WNI menghindari pengiriman uang kepada individu atau kelompok dengan identitas dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penipuan berkedok bantuan korban kebakaran mulai bermunculan.

Bagi WNI/PMI yang terdampak kebakaran, KJRI meminta agar segera menghubungi hotline di nomor +852 5242 2240 atau panic button di nomor +852 6773 0466. Pendampingan penuh akan diberikan oleh tim KJRI.

Proses Repatriasi Jenazah

KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan agen ketenagakerjaan terkait pengurusan repatriasi jenazah dua PMI yang meninggal. Proses ini meliputi identifikasi resmi, pengurusan dokumen, dan pemulangan ke Indonesia.

KP2MI menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada satu pun PMI yang terabaikan. Tim bekerja selama 24 jam untuk memastikan seluruh proses pelindungan berjalan cepat dan tepat.

Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Koordinasi dengan Pemerintah Hong Kong terus dilakukan untuk memastikan penanganan terbaik bagi seluruh WNI terdampak.

Investigasi Masih Berlanjut

Pihak berwenang Hong Kong masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Fokus utama investigasi meliputi kecepatan penyebaran api yang tidak biasa dan penggunaan material tidak aman selama renovasi.

Otoritas perumahan kota akan menyelidiki apakah lapisan pelindung yang menutupi bangunan selama renovasi memenuhi standar tahan api. John Lee menegaskan bahwa pihak terkait akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Tragedi Wang Fuk Court menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan bangunan, terutama di kawasan padat penduduk. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek renovasi serupa di Hong Kong akan segera dilakukan.

Pelajaran Berharga bagi Semua

Kebakaran dahsyat ini menyisakan pelajaran penting tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penggunaan material konstruksi harus benar-benar memenuhi standar keamanan tanpa kompromi.

Bagi para pekerja migran yang tinggal di gedung-gedung bertingkat tinggi di luar negeri, kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran sangat diperlukan. Mengetahui jalur evakuasi dan lokasi alat pemadam dapat menyelamatkan nyawa.

Pemerintah Indonesia berkomitmen terus memberikan pelindungan maksimal kepada seluruh WNI di manapun berada. Tragedi ini tidak boleh terulang di masa mendatang.